Majalah Happymama – Bahaya Duduk Terlalu Lama. Untuk orang yang berkerja dikantor, hampir seluruh aktifitas dilakukan dengan cara duduk. Dari 8 jam kita berkerja dikantor,  bisa dikatakan jika kita hanya menghabiskan maksimal 1 jam berdiri ataupun berjalan. Mungkin hal ini terdengar biasanya saja karena kita sudah biasa duduk setiap harinya. Tapi kebiasaan yang satu ini menyimpan segudang masalah kesehatan untuk tubuh kita. Dari masalah secara fisiologi sampai penyakit-penyakit berbahaya.

Berikut ini daftar dari bahaya duduk terlalu lama:

1. Sakit punggung

Salah satu akibat dari kebiasaan ini adalah terjadinya sakit punggung dibagian bawah atau bagian tulang belakang secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan otot menjadi kaku akibat duduk terlalu lama.

Untuk menghindari resiko sakit punggung, mama ataupun papa dapat sekali-kali melakukan olah raga kecil dikursi. Ada beberapa gerakan yang dapat dilakukan antara lain dengan memutarkan badan kekiri dan kekanan.

2. Gangguan fungsi metabolik

Menurut sebuah penelitian, duduk terlalu lama sampai berjam-jam dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah terjadi penurunan kolesterol baik dalam tubuh. Ini akan mengakibatkan pada masalah kesehatan secara keseluruhan.

(Baca Juga : Manfaat Ulat Sagu Bagi Kesehatan, Berani Coba?)

3. Meningkatkan risiko diabetes

Wanita yang duduk selama 7 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2. Bila kebiasaan ini dilakukan rutin secara terus-menerus setiap hari, maka siap-siap untuk terkena penyakit ini.

4. Nyeri di leher

Duduk dalam posisi tegak berjam-jam dan tanpa adanya pergerakan akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian leher. Rasa sakit ini disebabkan oleh karena ada peradangan pada bagian sendi tulang belakang.

5. Mati muda

Hasil dalam sebuah penelitian menujukkan bahwa semakin lama mama duduk, maka semakin pendek pula usia mama. Hal ini disebabkan oleh lemak darah dan kolesterol yang meningkat karena kurangnnya bergerak.

(Baca Juga : Bahaya Makanan Bersantan Untuk Kesehatan)

Komentar